Tidak ada yang tahu kapan hari kiamat akan datang, namun secara ilmiah sudah bisa dipastikan bahwa planet bumi sedang menuju malapetaka besar: dunia yang semakin mendidih dengan suhu bumi akan naik menjadi 3 sampai 4 derajat celcius.

Pemerintah, Turunkan 50% Emisi Karbon Tahun 2030 dan Targetkan Nol Emisi Tahun 2050
Pemerintah, Turunkan 50% Emisi Karbon Tahun 2030 dan Targetkan Nol Emisi Tahun 2050

Apa yang akan terjadi jika suhu bumi naik menjadi 3 atau 4 derajat celcius? Persediaan pangan akan menurun, penyebaran penyakit akan berlipat-ganda, intensitas bencana alam seperti banjir dan kebakaran hutan meningkat, kenaikan permukaan air laut (banyak pulau yang akan tenggelam, Jakarta saja sudah mulai tenggelam ), stok air bersih akan menurun drastis, lebih banyak lagi spesies yang akan punah, konflik berbasis lingkungan hidup akan semakin menjamur dan lain sebagainya.

Ini semua bukan prediksi, tapi suatu kepastian.

Ini berarti generasi muda yang sekarang ini baru lahir, sedang remaja, sedang kuliah atau mulai bekerja, ketika mereka memasuki usia senja di tahun 2050 nanti akan hidup dalam planet bumi yang sudah sakit secara permanen.


Untungnya, bangsa-bangsa dunia sepakat dalam Perjanjian Paris di bulan Desember tahun 2015 bahwa mereka akan berupaya mengurangi emisi gas rumah kaca sehingga suhu bumi hanya akan naik sekitar 1,5 derajat celsius, bukan 4 derajat. Dalam skenario ini, bumi tetap akan semakin panas, tapi lebih moderat dan dapat menyelamatkan generasi mendatang dari bencana yang lebih buruk. Indonesia harus menjadi bagian dari solusi global ini.

Oleh karena itu, kami rakyat Indonesia, pecinta lingkungan Indonesia, pelaku bisnis, pembayar pajak, generasi muda, para orangtua, pemangku kepentingan, memohon dengan sangat dan dengan segala kerendahan hati agar Pemerintah Indonesia melakukan hal-hal berikut:


1. Meningkatkan ambisi Indonesia terhadap komitmen iklim dengan mengumumkan target penurunan kadar emisi karbon minimal 50% pada tahun 2020 - 2030 (dibanding skenario business as usual), dan menetapkan target "nol emisi" pada tahun 2050.

2. Menjelmakan ambisi penurunan emisi ini dalam program pembangunan nasional dan daerah secara lintas-sektoral dan secara terpadu.

3. Membuat program pemulihan ekonomi nasional (PEN) pasca-COVID-19 yang adil dan lestari, dimana dialokasikan anggaran keuangan (atau yang juga disebut sebagai stimulus) untuk pembangunan lestari seperti penghijauan hutan dan pengelolaan hutan.

Indonesia juga harus memainkan peranan aktif dalam pertemuan internasional tingkat tinggi tentang perubahan iklim PBB (COP-26) di Glasgow, Skotlandia pada bulan November 2021. Indonesia harus menjadi penggerak dan pelopor dalam agenda besar perjuangan historis umat manusia ini.

Petisi ini bukan untuk mengkritik Pemerintah. Petisi ini adalah aspirasi masyarakat dan suara kepedulian terhadap masa depan bangsa Indonesia dan umat manusia. Kami memandang gerakan perubahan iklim sebagai aspek baru dari nasionalisme Indonesia di abad ke-21.

Ayo dukung petisi ini. Bubuhkan tandatangan dan komentar anda.