Peluru menembus kepala Kyal Sin, saat memperjuangkan demokrasi di Myanmar.

Ini bukan cerita di film, Aan. Kyal Sin, atau Angel, benar-benar ditembak mati demo melawan junta militer Myanmar. Militer melakukan kudeta terhadap pemerintahan yang terpilih lewat pemilu.  


Kudeta ini telah menjadi krisis kemanusiaan. Akses internet diputus, mengisolasi warga Myanmar tanpa koneksi ke luar. Ratusan demonstran ditangkap dan ditembak, ada yang sampai meninggal dengan tragis seperti Kyal Sin.

Karena itulah, kami merasa tergerak untuk menyuarakan bersama dukungan terhadap perjuangan demokrasi, HAM, dan kebebasan sipil bagi rakyat Myanmar. 

Kami yakin, Indonesia sebagai salah satu pemimpin di Asia Tenggara punya tanggung jawab moral untuk membantu rakyat Myanmar.

Makanya, lewat petisi ini, kami ingin meminta Presiden Jokowi membuat pernyataan yang mengecam praktik kudeta junta militer yang bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi dan prinsip-prinsip HAM.

Indonesia pernah menjalani peralihan dari rezim militer ke rezim demokrasi. Kita juga selalu bilang kalau kita menjunjung tinggi nilai demokrasi dan HAM. Kami pun berharap, Indonesia dapat bergerak lebih aktif untuk menegakkan nilai-nilai tersebut.

Kyal Sin seharusnya menjadi korban terakhir represi demokrasi dan HAM yang dilakukan oleh junta militer Myanmar, Aan.

Sebagai sesama saudara di Asia Tenggara, yuk kita dukung perjuangan demokratis masyarakat sipil Myanmar. Bantu tanda tangan dan sebarkan petisi ini, ya. 

Salam,

Safina
Milk Tea Alliance Indonesia

Tanda Tangani Petisi 


Change.org